Hari yang cerah di saat cuaca tak menentu.
Aku agak h2c sih sebenarnya karena takut cuaca kurang bersahabat Tapi mempertimbangkan hal, seperti dapat kuota terbatas untuk ikut kegiatan, dan juga firasat ibu yang mengatakan sore tak akan hujan. Even hujan pun, at least adik Ruby sudah bersenang-senang di luar ruangan.
Berangkatlah ibu dan adik menuju kebun dengan menaiki ojol. Adik senang bukan main. Bukannya aku tidak mau mengajak kakak Rumi, aku cuma ga sanggup pegang 2 anak di luar ruangan. Apalagi di tempat yang belum kukenali dengan baik. Mengajak adik Ruby juga kuanggap sebagai kompensasi karena lebih sering di rumah, saat hari-hari ibu lebih sering keluar mengantar kakak Rumi ke sekolah dan rumah sakit.
Kami tiba terlalu cepat, kebunnya belum terbuka dan kakak-kakak fasilitator belum datang. Jadi sembari menunggu, ibu mengajak adik melakukan panggilan video dengan ayah.
Sejam kemudian para fasilitator dan peserta sudah berkumpul. Kegiatan dimulai dengan sesi duduk melingkar. Anak-anak duduk di rumput sembari kakak fasilitator read aloud buku tentang tanaman.
Sebelum kegiatan tadi, ibu dan adik sempat berkenalan dengan beberapa peserta lain. Ada jingga yang datang bersama ayah ibu, juga ada Arunika dan ibunya. Dari situ aku perhatikan adik Ruby agak pemalu, sangat kontra dengan dirinya saat di rumah yang begitu heboh dan cerewet.
Seusai bercerita, kami diajak mendekat dengan tanaman kangkung. Kakak fasilitator menjelaskan tentang sayur kangkung dan cara memanennya. Momen memanen ini hal yang begitu baru bagi adik, bahkan adik sepertinya masih mencerna apa yang terjadi di sekitarnya haha.
Saat menarik sayur kangkung, adik hanya mencabut seujung-ujung daun. Aku mengarahkan tangannya memegang batang di pangkal dekat akar. Tapi sepertinya tarikan adik belum kuat sehingga kangkung tak tercabut, sementara adik terpental ke belakang. Kasian adik, tapi lucu sih haha. Kakak fasilitator yang melihatnya turut menyemangati adik (setelah tertawa).
Ternyata adik berhasil mencabut 2 batang kangkung, yey, ibu bangga sama adik karena sudah mencoba memanen kangkung untuk pertama kali. Karena agak aneh hanya memegang 2 batang kangkung, aku menarik beberapa lagi hingga 1 genggam. Kalau di penjual sayur sih ini baru 1 ikat kecil harga 2 ribu kali ya.
Masih di area kebun, anak-anak sensory play membuat kolase. Masing-masing diberi selembar worksheet berisi gambar hewan penghuni kebun: siput.
Oh iya, kegiatan kolase merupakan salah satu kegiatan sensorik yang melibatkan banyak indra sekaligus. Eksplorasi tekstur (indra peraba), stimulasi visual (indra penglihatan) saat memadukan berbagai warna dan bentuk untuk mengisi pola, melatih motorik halus saat mencabut ranting kecil atau meremas dedaunan. Seperti prinsip sensory play pada umumnya, nilai utama kolase terletak pada pengalaman anak saat menyentuh, merasakan, dan Menjelajahi bahan-bahannya, bukan sekadar hasil akhir gambarnya (process-oriented).
Tadaa, ini dia hasil kolase adik Ruby. Estetik kan?
Setelah bermain dengan alam, adik ikut mengantre untuk cuci tangan. Adik terlihat tenang karena sudah tahu sebelumnya cara menggosok tangan dengan sabun dan mencucinya dengan air.
Sesi selanjutnya adalah makan bersama. Menunya adalah bubur manado dan ikan kering. Mantap sekali, toh? Sayangnya adik tidak menyukai bubur. Adik memang belum bersahabat dengan rasa tertentu. Kalau soal tekstur, sepertinya bukan. Karena adik sangat suka puding dan puree buah. Semoga someday adik bisa merasakan lebih banyak makanan kita yang enak-enak itu ya guys, doakan.
Ibu sampai nambah berkali-kali. Kelaparan soalnya datang terlalu cepat. Karena tahu adik tidak makan bubur, ibu sudah menyiapkan snack, buah dan cookies brownie gluten free yang ibu buatkan tadi pagi.
Setelah makan, adik semakin nyaman dan mulai mengoceh. Meskipun masih malu-malu harus bersosialisasi. Overall kegiatan ini sangat seru, dan bermanfaat untuk adik.
Terimakasih re.kreasi X Di Kebun sudah mengajak kami Bertandang ke Kebun.






