Ga nyangka di akhir bulan Mei masih dapat Ghost in Cell dan studionya cukup ramai pula. Soalnya setauku film ini rilis pertengahan April 2026 (abis lebaran).
By the way, setelah kuingat-ingat proyek filmnya Joko Anwar (directed/written) suka rilis di bulan kelahiran anakku Rumi haha. Siksa Kubur 11 April 2024, Pengepungan di Bukit Duri 17 April 2025, Ghost in Cell 16 April 2026
Trus ternyata selama 3 tahun itu aku sering minta dari jauh hari sebelum rilis "nanti tanggal segini pergi nonton ya" tapi endingnya gajadi pergi karena manusia bisa berencana Allah yang menentukan. Bahas apa sih daritadi, yapping mulu.
Awalnya aku maunya film korea Colony. Cuman ternyata rilisnya 3-4 hari lagi dari jadwal aku meet up dengan Kawsar. Ada kok film lain tapi hatiku tidak tergugah. Misal, aku rasa Children of Heaven lebih cocok aku nobar di rumah bareng keluarga. Trus Mortal Kombat 2 sepertinya harus bareng suami karena kami udah barengan nonton film pertamanya. Badut Gendong, film horror yang kayaknya bakal kupilih pas mukbang bareng saudari-saudariku.
Ghost in The Cell
Dan finally jadi juga aku nonton Ghost in the Cell karena Kawsar yang cantik dan baik hati ini rela rewatch ituu (dia udah duluan), terharu banget deh.
If the movie was a food, what food it gonna be?
mie gacoan level 1 dan es jeruk peras
Karena enak, relatable, dan pedas (sindirannya)
Meski ada beberapa catatan (aku bahas di bawah), aku tetap puas sudah menghabiskan kurleb 106 menit di dalam studio. Ternyata aku butuh kombinasi film komedi, horor, thriller sebagai penyegaran dari rutinitas harianku.
Cerita dibuka oleh Dimas (Endy Arfian andalannya Jokan), jurnalis yang lagi meliput kasus penggundulan hutan di Kalimantan lalu membawanya ke kecurigaan akan misteri orang hilang. Tiba-tiba pemimpin redaksinya Andy (Rio Dewanto) secara misterius dan tragis terbunuh, tergantung di kipas langit-langit (buset). Dimas masuk penjara atas tuduhan pembunuhan tersebut.
Scene beralih ke penjara. Ada banyak karakter yang muncul. 1 blok sel yang sipirnya dikepalai oleh Jefriiiiii alias Bront Palarae (andalannya Jokan juga), lalu ada Anggoro, yang masa hukumannya terus ditambah karena selalu membela tahanan lain (main fisik dia), Six bisa melihat hantu, Wildan seorang Muslim yang taat, Pendi yang mantan profesor, serta teman mereka, Irfan seorang passobis (phone scammer), Bimo musuh bebuyutan Anggoro. Masih banyak lagi sih capek ngetiknya.
Di Lapas Labuhan Angsana ada dua sel utama yang diangkat dalam cerita, blok C tempatnya padat, kumuh, dihuni penipu dan pencuri, lalu ada blok K yang sepertinya singkatan dari koruptor karena memang dihuni tahanan tipikor serta tempatnya begitu mewah. Di hari Dimas masuk penjara, secara misterius pembunuhan brutal terjadi di dalam lapas blok C. Semua mayatnya terpajang bagaikan sebuah mahakarya seni yang diinstalasi secara artistik. Seperti referensi Hannibal Lecter dalam film The Silence of The Lambs (1991).
