Semenjak kami menikah tahun 2020, saya dan suami belum pernah ke rumah suami di Palu. Ada saja halangan atau pertimbangan yang ujung-ujungnya menunda kunjungan kami ke sana.
I even burst into tears not because as a wife I have never been to my husband's house, but when I asked “masa sekalipun saya belum pernah menginjakkan kaki ke rumah suami” my husband's answer was like… “aku kan belum punya rumah yang”, sempat-sempatnya melucu astaga.
Entah berapa kali kami berencana dan gagal, nah finally di bulan ke 17 pernikahan, kami ada kesempatan untuk berkunjung ke kampung suami, Yeyy. sebenarnya penyebab utama rencana-rencana kemarin batal, karena baik saya maupun suami, tidak memiliki banyak waktu bebas dari pekerjaan, bahkan pada tanggal merah. Paling sih kami cuma punya dapat libur panjang saat lebaran dan tahun baru aja. Tak hanya ituuuu, lebih efisien apabila kami pulang pergi Makassar-Palu naik pesawat, dan itu *mahal*. Belum lagi antisipasi covid-19 seperti antigen.
***
Kami berencana ke Palu pada tanggal 24-28 Desember (hanya selama 5 hari), tapi yang di ACC dari kantor cuma 4 hari, yaitu tanggal 25-28 Desember. Yaudah deh kami ambil 4 hari itu aja, uang di rekening juga cuma support segitu hehe.
Sebulan sebelumnya kami sudah memesan tiket via aplikasi tiket dot com. Karena semakin mendekati tanggal, harga tiket berangsur naik.
Hari H - Jumat, 24 Desember 2021
Pagi-pagi betul saya sudah bangun dan membuat sarapan, mengecek lagi barang yang sudah dipacking dari kemarin. Lalu saya dan suami berangkat ke Kimia Farma samping Aliyah Kursus di Jalan Urip Sumoharjo untuk antigen sebagai syarat penerbangan domestik saat ini. Alhamdulillah ga perlu nunggu lama, karena kami datang cepat. Sebetulnya saya mau sekali vaksin ke 2 dulu sebelum berangkat, buat antisipasi aja gitu, tapi beberapa jam lagi kami udah mau berangkat ke bandara.
antigen