Tampilkan postingan dengan label 5 Desember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5 Desember. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2022

5 Desember (10)




 

Boleh dibilang tahun ini begitu lambat dan banyak hal terjadi. Tapi saya juga bisa mengatakan "tidak terasa sudah di penghujung tahun" sekaligus. Seperti disorientasi waktu saja.


Kalau mengingat-ingat peristiwa yang terjadi tahun ini, saya tidak menyangka itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Like you know, it feels like it happened in the very past. Saya menemukan diriku bergumul dengan waktu. Di sela-sela semuanya, hal-hal baru yang terjadi memberi pandangan dan persepsi baru, seolah itu rejuvenasi yang melahirkanku kembali.


Ya, saya memang terlahir kembali. Tepatnya bayi laki-laki menawan ini melahirkan sepasang Ibu dan Ayah. Kami.

 

Sabtu, 28 Desember 2019

5 Desember (7)



Awal tahun 2019 ini aku mulai disibukkan dengan revisi skripsi. Astaga akhirnya saat seperti itu tiba juga. Aku mengumpulkan uang untuk membeli sebuah printer yang bisa untuk scan dan fotokopi juga. Demi mendukung perskripsianku. Tapi baru beberapa bulan dipakai, printer itu tidak kupakai lagi, cartridge bermasalah dan aku malas untuk memperbaikinya.

Rabu, 05 Desember 2018

5 Desember (6)









Tahun ini saya sedang berada di satu tempat yang baru. Tempat yang kutinggali lebih dari sebulan lamanya. Satu bulan yang hebat menurutku.

 

Kita bisa saja bertemu lusinan orang baru, tapi rasanya berbeda jika ditempatkan serumah, seluruh jam dalam satu hari. Bangun tidur, sarapan, bekerja, masak, makan siang, kerja, makan malam, bersenda gurau, menunggu waktu tidur, lalu mengulangi lagi hal yang sama dengan orang baru.

Sebutlah kamu seorang introvert, bagaimana kamu akan melewati hari? –Pertanyaan itu berputar-putar selama 14 jam perjalanan menuju lokasi KKN.

Saya dibuat sangat lelah.

Hal yang dihadapi bukan hanya menggerakkan diri secara fisik, tapi juga menguatkan batin menghadapi segala sesuatunya. Ehehe kok kelihatannya saya kayak tersiksa batin ya di sini?

Jujur saja, tidak sama sekali. Saya percaya tanpa ragu saya bisa menahan diri. So just relax. Ini perihal bagaimana setiap malam sebelum tidur saya takjub bagaimana saya setenang ini.

Jadi orang baik tidak ada ruginya. Yang ada adalah orang yang iri. Kadang saya bertanya-tanya apakah saya sebegitu keren dan tidak tercapai untuk gadis-gadis sirik dan kepo itu? Hahaha. Tapi cerita itu tidak usah mendapat banyak porsi. Berada di Toraja Utara membuatku penuh kekaguman. Keindahan yang kuliat dari pagi sampai malam ingin kuhapal lekat-lekat. Benar ini bukan mimpi. Sisa 18 hari, kusemogakan di lain waktu saya bisa mengunjungi tempat ini lagi. Sama siapapun asal gak sirikan orangnya :p

Udah sih. Bagi orang sirik kita ada-ada aja jeleknya.





Selasa, 26 Desember 2017

5 Desember (5)






Saya lagi-lagi tidak menjelaskan di balik tanggal 5 Desember ini, tapi saya ingin bercerita. Begini kira-kira. Tahun ini saya jatuh banyak kali. Jatuh memantul, hingga saya mendarat jauh di luar garis. Terjatuh di tempat yang asing membuat saya harus beradaptasi dulu, sebelum mulai kembali mendaki.

Salah satunya kehidupan di kampus. Ada-ada saja yang jadi masalah. Terus-terusan bertemu si masalah, saya berubah dari gadis sendu menawan (hue') menjadi gadis curigaan. Hal ini yang kemudian malah membuat saya membatasi diri.

Sebutlah di depanku ada sebuah genangan air. Daripada melangkah di atas genangan yang akan meninggalkan bekas basah di sepatu, saya memilih melompat dan tidak sadar jika tanah saat itu sangat licin. Akhirnya saya jatuh, dan baju saya basah dan kotor.
Rupanya saya sebegitu curiganya pada setiap genangan air.

Tapi jauh di dalam diriku, uwuwu
saya tahu 2017-ku tidak sejelek itu.

Saya melakukan banyak hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya, membayangkan saja tidak. Kejutan-kejutan ternyata masih bekerja tahun ini.
Saya melakukan berbagai rencana perjalanan kota tahun ini, bersama beberapa orang yang kusukai.

Untuk pertama kalinya saya merajut, dan berkenalan dengan orang-orang baru karenanya.
Untuk pertama kalinya saya bisa berenang, hanya dalam satu hari.
Sisanya, saya sampai tidak bisa sebut satu persatu.

Jika tahun 2016 kemarin kujuluki 'tahun penuh lika-liku drama', maka 2017 ini kusebut saja an upa’-upa’ year”.

Itu aja sih. 

Selamat menghabiskan sisa Desember!

26 Desember 2017, ditemani susu vanilla favorit.


Sabtu, 31 Desember 2016

5 Desember (4)




Hari ini memang sudah bukan tanggal 5 Desember, tapi tanggal 31. Artinya, hari terakhir di tahun masehi 2016. Tulisan ini harusnya aku posting 5 Desember kemarin ya? Nah, itu bukti bahwa saking sibuknya aku bulan ini, aku.. ah alasan, sudahlah. Manusia memang seperti itu, maunya mencari pembenaran tapi kadang enggan menerima alasan. Seperti saat ini.

Atau seperti kemarin gaes.

Tugas video simulasi Judicial Interpreting untuk mata kuliah Interpreting. Baik kami akui ini pure our carelessness. Videonya harus dikumpul saat itu juga, tidak ada alasan ini, tidak ada kebijaksanaan itu. Sementara video kami masih diedit saat itu. Masih rendering, kalau ditunggu kira-kira 20 menitan lagi. Kemudian dosennya bilang (kira-kira seperti ini), “Kalian sudah diberi waktu yang cukup untuk mengerjakan video, tapi sekarang banyak dari kalian yang belum siap.” Dan  dia tidak bertanya seperti ini, “Kemana saja kalian sampai baru mengerjakan tugas ini?”. Karena memang beliau tidak butuh alasan. Oke fakta, kita semua tahu angkatan 2014 sedang disibukkan dengan persiapan pementasan Januari (nanti). Jadi untuk apa lagi bertanya-tanya alasan dibalik ketidakbecusan kami mengumpulkan tugas? hah akupadamu mam Ariana.

*

Gaes, hari ini tidak akan ada basabasi busuk semacam, “wah tidak terasa ya, besok tahun 2017, padahal rasanya baru kemarin kita tahun baruan di kost-nya Rina.”

Karena nyatanya memang tidak.

Januari ke Februari, kemudian Maret lalu April dan seterusnya sangat ‘terasa’. Tahun ini begitu padat. Ada begitu banyak peristiwa, dan banyak perjalanan. Bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan mental.

Terutama Desember. Bulan yang selalu punya daya tarik emosional. Bisa jadi karena anak-anak sekolah sudah terima rapor lantas tidak repot lagi bangun pagi. Bisa jadi karena ‘orang-orang sibuk’ terharu membayangkan mereka bisa bersantai, keluar sejenak dari rutinitas.

*

Perihal tahun 2016, tahun tersebut dimulai dengan sedikit drama. Entah kenapa Januari saat itu moodku benar-benar kacau. EQ-ku bisa dibilang baring di titik terendah. Diriku sudah keterlaluan melankolis. Sangat tidak mengenakkan. Contohnya seperti ini:

Pagi-pagi di kampus aku mules, ini aku kenapa ya? Apa aku sakit?
Liat di grup Line ramai sedang aku tidak tahu apapun, ini mereka kenapa ya? Kemudian gara-garanya berbagai nethink bermunculan. Kenapa tidak ada yang mencoba melibatkan aku? Apa aku kurang seru? Atau jangan-jangan aku tidak penting di grup? Dan sederet pikiran-pikiran kotor lainnya.

Kemelankolisan itu menyebabkan masalah.


Minggu, 06 Desember 2015

5 Desember (3)




Wow sudah dua bulan belakangan ini saya jarang nulis lagi. Maklum lah ya, karena kesibukan jadi full time worker dan full time student *ea. Tapi saat menyadari hari ini tanggal 5 Desember,  saya tak tahan untuk tidak menulis. Saya bisa saja bahas ekhm atau membahas ekhm.. tapi saya saat ini hanya ingin berintermezzo.

Saat ini saya lagi suka nonton di youtube video-video DIY tentang tutorial menjahit. Entah kerasukan apa, tiba-tiba saya jadi pengen banget bisa menjahit. Sekarang sih lagi menabung buat beli sewing machine. Tapi pernah sih waktu SMP dulu ada mapel PKK jadi sedikit banyak pernah belajar tentang tata busana.

Selain itu kadang saya juga dengerin musik akustik dan search tutorial chord gitar gitu. Saya nggak kerasukan apa- apa tapi saya sedang terhasut pengen belajar main gitar setelah kejadian kemaren saat mantan saya yang jauh disana voice note lagunya Ed Sheeran. Arg.
Tuh kan, akhirnya pengen bisa maen jugaa.
Etapi jangan sedih, saya nggak selabil itu kok.
Saya hanya merasa senang bisa melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Selagi masih muda kan. So don't be shy to explore!

Oh iya, apa kabar kampus (dan kantor) ?
Hmm. Bisa dibilang baik-baik aja.
Apa? Toh masalah mrmang akan selalu ada kapan pun dan dimana pun.
Tapi masalah gak bakal jadi masalah tergantung gimana cara kita melihatnya. Lah haha sok bijak padahal sendirinya pusing juga kan. Itulah kehidupan mahasiswa.

Kalau sama teman-teman SMK sih rutin reuninya, minimal sebulan sekali *ebuset. Haha soalnya rata-rata kami sekelas domisilinya masih di Makassar-Gowa jadi gampang ketemunya.
Tuh kan, jadi lupa bahas kenapa suka 5 Desember. Yaud nanti ajalah. Sekarang mau istirahat dulu. Sampai ketemu lagi di tanggal yang sama ☺

Jumat, 05 Desember 2014

5 Desember (2)

Oy, masih ingat judul ini?
Hari ini 5 desember :') ..   trus kenapa Kha ?
Enggak, suka aja  Jawaban yang aneh :v

Waktu tidak terasa berjalan dengan cepat  lama lama -_-
Haha okay please don't be so serious.
Dari dulu saya suka dengan tanggal 25, alasannya juga nggak tau  dalem hati tau kok :p
Hhay. Bukan karena hari ini tanggal gajian, bukaaan tanggal gajian udah lewat kemaren.
Bukan tanggal jadian juga kok :3
Bukan juga hari ulang tahunnya adek kelas saya Boy
It just.. ekhhm
Don't push me to story about that ;)
Selamat tanggal 5 !

Kamis, 05 Desember 2013

5 Desember (1)

5 Desember bukan hari ulang tahunku,
bukan tanggal gajian, apalagi tanggal jadian

Gak tau kenapa, suka aja sama tanggal 5 Desember.
Hahaha.

Sekarang sudah hari kempat aktif sekolah. Setelah 5 bulan menjalani Prakerin (praktek kerja industri). Sudah disuruh buat laporan, ditambah tugas X Banner, dan juga lagi coba-coba bikin karya, pengen partisipasi di Pameran DKV semester depan. Moga deh :D
Soalnya sekarang sudah berjam-jam bego di depan laptop, gak tau pengen buat apa..

Tapi sempat mikir, kalau gak ada aral melintang, pengen buat manual painting.
Moga deh -_-

Hem, ini lagi buka-buka daftar caleg 2014
Pas di buka semua, gak ada yang kenal maah T_T
Ah Sudahlah. Pemilunya masih beberapa bulan lagi.
Akhirnya aku sudah punya hak pilih tepat di usia tujuh belasku.
Semoga Anggota legislatif terpilih ini bisa lebih baik dari sebelumnya, lebih bijaksana, peduli rakyat, objektif, dan gak korup. Terdengar naif heh?
Moga deh.