Sabtu, 20 Desember 2025

Mouse-ku, Moodbooster-ku



Siapa yang sangka di tahun 2025 ada sebuah inovasi dari ASUS, sebuah mouse dengan kompartemen wewangian internal dengan botol isi ulang untuk minyak aromaterapi dan pewangi. Aku sih ga nyangka, kalau kamu?

ASUS Fragrance Mouse MD101

Aku bukan tipe yang gampang tergoda gimmick gadget, tapi kalau ada sesuatu yang bikin rutinitas kerja jadi lebih berasa personal, aku penasaran banget. Akhirnya aku coba mouse ini karena… well, TETIKUS DENGAN TEMPAT PARFUM?! Siapa yang nggak kepo.

Mouse ini punya desain soft dan estetik banget —  Iridescent White atau Rose Clay, pilihan warnanya cakep banget buat desktop setup yang minimalis atau cozy. Bentuknya ergonomis, kliknya senyap pas banget buat kerja di ruang bersama tanpa gangguan 'klik klik'. Dan yang paling unik… dia punya kompartemen isi ulang untuk parfum atau minyak esensial di bagian bawah mouse. Kamu bisa isi sendiri aroma favoritmu dan mulai bekerja seperti seorang dewi.

Serasi di-pairing dengan Vivobook S14, atau ASUS AiO V400 (V440) + ASUS Marshmallow Keyboard KW100 untuk desk setup. 

Jumat, 19 Desember 2025

Berhasil dan Bertumbuh, Bersama Laptop AI dari ASUS




Beberapa hari lalu aku berkesempatan menghadiri event Blogger Gathering Asus Makassar 2025 yang diadakan di hari Kamis, 11 Desember 2025 di Hotel The Rinra. Bertajuk “Together We Win, Together We Grow”, ASUS memperkenalkan produk terbarunya di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.

Hari sangat cerah, kami tiba pukul 4 sore di Hotel Rinra. Di entrance booth aku menemui banyak produk terbaru ASUS di display. Berbagai laptop, desktop, aksesoris, claw machine, dan tentu saja photobooth.


Kebutuhan Teknologi Digital Keluarga

Ini pertama kalinya aku ikut ASUS gathering, jadi aku begitu excited. Tapi ternyata tidak cuma aku, suamiku pun bersemangat menemani aku ke event. Kupikir sekalian saja riset laptop yang cocok untuk kita berdua, karena saat ini kami tidak memiliki laptop pribadi. Untuk sehari-hari aku memakai PC all-in-one upgrade SSD untuk pekerjaan grafis maupun mengetik, dan tablet untuk menggambar atau streaming tapi penyimpanan terbatas. Sementara suami hybrid memakai laptop kantor yang restricted dan mini PC + monitor untuk project lain. Meski semua device di atas bisa dipakai untuk pekerjaan kami, tapi belum menunjang gaya kerja, mobilitas, dan portabilitas pekerjaan kami —yang hanya bisa diatasi oleh laptop. Jadi ada beberapa hal yang bisa kami pertimbangkan untuk list laptop idaman kami.


Inovasi Laptop AI Paling Lengkap, Mulai dari Entry Level

Minggu, 30 November 2025

Katanya Multitasking Itu Mitos

ibuk multitasking core



Kata Gitasav —dari salah satu videonya yang sudah kutonton berwaktu-waktu yang lalu— kembali terngiang di kepala. Hari ini aku burn out parah dengan aktivitas rumah. Bayangkan, an endless domestic core all day long. Sebuah dosa bagi orang yang berpikir bahwa tinggal di rumah artinya ga ngapa-ngapain. Karena tolak ukurnya uang. Kalau ga menghasilkan uang dianggap ga produktif.

Multitasking itu mitos!

Dulu saat mendengarnya, ah masa ga bisa. Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Sekali lempar, dua-tiga mangga jatuh. Malah seharusnya kita push it to the limit, ya, bro. Misalnya dulu aku sempat tuh PDKT sama ayang sambil kerja deadline. Ga bisa bales chat tiap menit? ya telponan dong, “sleep call begadang bareng, yuk!” Hasilnya bikin ayang ngajak nikah saking serunya kejar-kejaran deadline sambil ditemenin. Nggak. Yang serius dikit misalnya. Aku masak sambil kasih sensory play anak, nyuci baju sambil baca buku, ngetik ini sambil ngelonin anak (di rumah sakit #sad).